Al Qur’an yang merupakan kitab
suci agama islam seringkali hanya menjadi pajangan. Memang sulit awalnya untuk
sekedar duduk dan membacanya setiap hari walaupun lima menit. Saya pun
merasakan hal yang demikian, tetapi ada yang membuat akhirnya saya mencintai Al
Qur’an. Dari kecil pada saat saya menduduki bangku SD saya selalu dipaksa oleh
orangtua setiap sore untuk mengaji privat kepada seorang guru ngaji, dan jika
tidak mengaji maka saya tidak diperbolehkan main bersama teman-teman. Kemudian setelah
magrib saya pun mengaji di rumah bersama ibu. Dari awal itulah saya terbiasa
untuk mengaji, karena terbiasa itulah saya merasa ada yang kurang jika sehari
tidak membaca Al Qur’an. Berkat paksaan orangtua saya pada awalnya, sekarang
saya merasa membaca dan mempelajari Al Qur’an merupakan kebutuhan. Terimakasih
saya ucapkan kepada guru mengaji saya yang telah mengajarkan saya sehingga bisa
membaca Al Qur’an dan tentunya orangtua saya yang telah membimbing dan mendidik
saya hingga saat ini.

Sepertinya artikel ini pengalaman dari mbak ujah sendri ya, saya jg bgt awal nya mbk..hehe
BalasHapusTerimakasih, tulisan ini menginspirasiku untuk lebih mencintai al-Qur'an :)
BalasHapusnggak selamanya yang berawal dari terpaksa itu hasilnya buruk :)
BalasHapusYa kebanyakan orang2 membaca al Quran hnya waktu kecil sambil belajar membacanya namun ketika beranjak dewasa al Quran hnya jadi pajangan. Semoga kita termasuk org2 yg slalu membacanya
BalasHapusamin.. semoga kita semakin mencintai Al Quran ya.....
BalasHapusBagaimana cara untuk membangunkan semangat yang tinggi untuk senantiasa mengingat, membaca, dan mencintai Al Qur'an?
BalasHapusmenurut saya yang pertama tentunya kesadaran pada diri masing2 bahwa mengingat dan membaca Al Qur'an itu kebutuhan. Tanamkan pada hati kita bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu karena Allah :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSemoga kita termasuk orang-orang yang selalu membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya walau hanya satu ayat.
BalasHapusmenurut saya yang pertama tentunya kesadaran pada diri masing2 bahwa mengingat dan membaca Al Qur'an itu kebutuhan. Tanamkan pada hati kita bahwa segala sesuatu yang kita lakukan itu karena Allah :)
BalasHapusMemang benar,semua itu harus dipaksa terlebih dahulu, hingga akhirnya menjadi terbiasa. namun paksaan tersebut kan demi kebaikan kita. dan semoga kita senantiasa selalu mencintai Alquran dan rajin membacanya serta mengamalkan isinya.
BalasHapusyg jelas semuanya ga bisa langsung saja begitu saja terjadi seperti kehidupan yg memang ada tahapannya
BalasHapus